Kreativitas Menghidupkan Arsip: Perasaan Raih Dua Kali Penghargaan dari Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kalbar

Ada cara yang sederhana untuk membuat sejarah terasa dekat, dengan datang, melihat, lalu membiarkan arsip bercerita.

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Depot dan Galeri Arsip Kalimantan Barat kembali menjadi ruang untuk mengenal lebih dekat perjalanan sejarah daerah melalui berbagai koleksi dan khazanah arsip yang dipamerkan.

Bagi saya, kegiatan ini memiliki cerita tersendiri. Dua tahun sebelumnya, tepatnya pada 2024, dalam agenda yang sama saya pernah mendapatkan Juara II. Tahun ini, saya kembali mencoba membuat sesuatu dari arsip yang ditampilkan, dengan pendekatan visual yang lebih kreatif dan dekat dengan media yang akrab dengan generasi hari ini.




Hasilnya, saya mendapatkan apresiasi sebagai Pemenang Reels Terkreatif dan Editing Terbaik, pilihan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Barat.



Ada rasa bahagia, tentu saja. Tetapi lebih dari sekadar penghargaan, bagi saya pengalaman ini menjadi sebuah perjalanan kecil untuk terus belajar bagaimana sejarah dan arsip dapat dikomunikasikan dengan cara yang lebih menarik.

Saya percaya, arsip tidak hanya tentang dokumen lama yang disimpan di ruang penyimpanan. Di dalamnya ada cerita tentang manusia, tempat, peristiwa, perubahan, dan perjalanan panjang sebuah daerah. Arsip menjadi jejak yang membantu kita memahami dari mana kita berasal.

Karena itu, kreativitas menjadi penting. Bagaimana membuat sesuatu yang mungkin terlihat sederhana menjadi cerita yang membuat orang tertarik untuk melihat, bertanya, lalu ingin tahu lebih jauh. Reels hanyalah salah satu caranya.

Justru yang paling penting adalah bagaimana konten kreatif tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan arsip kepada lebih banyak orang, terutama generasi muda. Sebab sejarah akan terus hidup ketika ada yang mau melihatnya, mempelajarinya, dan menceritakannya kembali.

Pengalaman tahun 2024 sebagai Juara II, kemudian kembali mendapatkan apresiasi pada tahun 2026 ini, menjadi pengingat bagi saya bahwa proses kreatif memang tidak pernah selesai. Selalu ada ruang untuk mencoba pendekatan baru, belajar dari pengalaman sebelumnya, dan membuat sejarah hadir dengan bahasa yang lebih dekat dengan zaman.


Kalau ada satu hal yang ingin saya ajak lebih banyak orang lakukan, sederhana saja yaitu berkunjunglah ke Depot dan Galeri Arsip Kalimantan Barat.

Jangan hanya melihat arsip sebagai sesuatu yang jauh dan serius. Datang dan lihat sendiri berbagai koleksi yang ada. Temukan foto-foto lama, dokumen, rekaman peristiwa, serta berbagai jejak perjalanan Kalimantan Barat.

Mungkin kita akan menemukan cerita yang selama ini belum pernah kita ketahui. Mungkin juga kita akan menemukan bagian dari sejarah tempat kita sendiri.

Sebab belajar sejarah tidak selalu harus dimulai dari buku. Kadang, cukup dengan datang ke sebuah ruang, melihat sebuah arsip, kemudian bertanya: “Cerita apa yang ada di balik ini?”. Dari pertanyaan sederhana itulah, sejarah bisa kembali hidup.

Mari berkunjung ke Depot dan Galeri Arsip Kalimantan Barat. Belajar sejarah Kalbar, mengenal jejak masa lalu, dan menemukan cerita-cerita yang masih relevan untuk hari ini.

Karena arsip bukan sekadar sesuatu yang disimpan. Arsip adalah ingatan yang menunggu untuk diceritakan.

Tidak ada komentar