Pulau Penibung, Destinasi Wisata Pulau Di Mempawah



Panorama Pulau Penibung


BujangAdau - Hiruk pikuk dan suasana perkotaan serta mejalani kegiatan sehari-hari tentu sangat membosankan, apalagi rutinitas serupa selalu berulang dan berada di tempat yang sama layaknya bekerja di kantor atau melakukan kuliah bagi para mahasisiwa, maka dari itu sebaiknya menggunakan waktu weekend sebaik mungkin seperti beristirahat atau berwisata menikmati keindahan alam yang ada.

Salah satu wisata alam yang mulai naik daun berada di Kabupaten Mempawah, berupa sebuah pulau tanpa penghuni yang menyajian suasana tenang dan nyaman bagi siapapun yang datang kesana. Walaupun tidak berpenghuni, pulau ini tidak nampak menyeramkan sama sekali di karenakan memang lokasinya yang indah dengan  suguhan pepohonan, batu karang besar serta karang-karang kecil yang eksotik. Selain itu, gulungan ombak yang memecah pantai juga tidak kalah cantiknya.

Pulau yang dimaksud adalah Pulau Penibung, Pulau Penibung adalah merupakan sebuah pulau kecil yang letaknya berada di seberang lokasi wisata nusantara, sebuah lokasi wisata keluarga yang berada di Kabupaten Mempawah, serta berada di sekitaran komplek Makam Pahlawan Mempawah.

Untuk dapat menikmati indahnya Pulau Penibung, pertama kali kita harus mearkir kendaran di  lokasi Taman Makam Pahlawan denga tarif parkir Rp.2000,- untuk sepeda motor dan Rp. 5000,- untuk kendaraan roda empat, selanjutnya pegunjung harus menuju kawasan ekowisata Mempawah Mangrove Park dengan membayar tiket Rp.5000,- dan barulah mencari perahu yang siap mengantarkan kita menuju Pulau Penibung dengan tarif Rp. 20.000,-.

Menyebrang menuju Pulau Penibung juga harus memiliki adrenalin yang tinggi, kita akan di ombang-ambing dalam kapal nelayan dalam perjalanan. Namun, sensasi ini tidak akan terlupakan karena sangat menantang dan menyenangkan.
Perjalanan Menuju Pulau Penibung

Panorama Indah dari Pulau Penimbung akan semakin mempesona ketika sore hari mulai tiba, kilauan matahari yang  hendak tenggelam dari ujung pulau akan memikat semua mata untuk betah berlama-lama disana, namun jangan lupa karena pukul 17.00 sore kita sudah harus kembali ke seberang.




Share on Google Plus

About BujangAdau

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar