Jembatan Penanjung, Bangunan Bersejarah Peninggalan Belanda di Sekadau


Jembatan Penanjung I

Bujangadau – Menikmati keindahan dan panorama Kabupaten Sekadau merupakan hal yang menyenangkan mengingat Sekadau atau yang lekat dengan sapaan Bumi Lawang Kuari ini memiliki magnet tersendiri yang dapat menarik siapa saja untuk berkunjung kesana.

Tidak hanya memiliki Goa Lawang Kuari yang juga dijadikan sebagai landmark kabupaten ini, Sekadau juga memiliki bangunan bersejarah yang sudah di bangun sejak masa pendudukan Belanda di Kalimantan Barat, lebih khususnya di Sekadau itu sendiri serta memiliki nilai historis yang tinggi pula.

Bangunan tersebut adalah Jembatan Penanjung yang terletak di Dusun Penanjung, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Dibangun pada masa pendudukan Belanda antara tahun 1938 dan pernah hendak diledakkan  oleh Jepang menggunakan bom pada tahun 1944.




Dahulu, jembatan ini digunakan sebagai akses transportasi utama jalur darat ketika hendak menyebrangi Sungai Sekadau yang ada di dusun tersebut, namun antara tahun 1997 jembatan baru dibangun sehingga fungsi jembatan yang dominan konstuksinya menggunakan besi dan baja itu kian teralih. Hingga saat ini, jembatan yang nampak masih berdiri kokoh itu hanya digunakan sebagai jembatan penyebrangan untuk kendaraan roda dua saja.

Jembatan dengan lebar 2,5 meter serta panjang sekitar 90 meter ini pernah nampak terbengkalai dan tanpa perawatan, namun saat ini bangunan bersejarah ini sedang dalam masa perehapan. Ketika Bujangadau berkunjung kesana, nampak pekerja sedang melakukan pengecatan pada badan jembatan. Selain itu, pemasangan lampu juga semakin mempercantik panorama jembatan pada malam hari.


Spot bersejarah yang juga memiliki nilai budaya dan mistis yang kuat ini agaknya masih menjadi primadona di Sekadau, selain kaya akan nilai historisnya, bangunan ini juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya fotografer lokal yang datang berkunjung untuk mengambil angle foto berbaik dari jembatan tersebut.

Selain itu, muda-mudi juga nampak sering mengunjugi jembatan ini baik untuk berswa foto maupun selfie, terlebih setelah jembatan yang kini semakin cantik karena telah terpasang lampu dan juga telah mengalami pengecatan.
Share on Google Plus

About BujangAdau

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar