Bersama Untan Membangun Negeri

Gedung Rektorat Universitas Tanjungpura

BujangAdau - Sebagai universitas tertua dan terbesar di  Kalimantan Barat, kiprah Universitas Tanjungpura (Untan) sudah barang tentu tidaklah perlu diragukan lagi. Berbagai prestasi di kancah regional, nasional bahkan internasional kerap diraih yang turut membuat nama Untan semakin melambung tinggi. Berbagai prestasi ini pula yang turut menjadikan Untan sebagai universitas terbaik di pulau Kalimantan.

Sepanjang kurun waktu berdirinya Untan, tentunya telah banyak peran dan kiprah yang telah dijalankan oleh lembaga pendidikan kebanggaan masyarakat Kalbar ini, utama nya dalam hal pengembangan akademik dan fungsi sosial kemasyarakatan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta jalinan kerjasama dengan berbagai pihak.

-          Sejarah Singkat Untan

Dianggap perlunya keberadaan sebuah perguruan tinggi di Kalimantan Barat yang sangat mendesak sebagai wadah menampung lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) agar tidak keluar daerah. Ditugaskanlah Edhdy Kresno dan Drs. Amir Nurachman sesuai prakarsa yang tercetus dalam Konferensi Kerja PNI se-Kalbar yang diselenggarakan di Pontianak akhir tahun 1957 untuk membentuk yayasan dengan prisip pertimbangan pendirian sebuah perguruan tinggi.

Di rumah Edhdhy Kresno jalan Sulawesi No. 13 Pontianak berdasarkan hasil kesepakatan tokoh PNI pada tahun 1958, diusulkan tiga namauntuk universitas yaitu Universitas Haji Rais, Universitas Gusti Lelenang, serta Universitas Daya Nasional. Setelah melalui perdebatan yang panjang maka dipilihkan satu nama yaitu Universitas Daya Nasional berdasarkan usul Raden Wariban. Pada awal berdirinya universitas ini, para tenaga pengajar adalah para sarjana dan sarjana muda yang ada di Kalbar dan hanya terdiri dari dua fakultas yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Tata Niaga.

Berdasarkan Surat Keputusan Mentri PTIP Nomor 53 Tahun 1963 tanggal 16 Mei 1963 menetapkan status Universitas Daya Nasional berubah menjadi Universitas Negeri Pontianak (UNEP). Penetapan status ini dilaksanakan pada 20 Mei 1963 turut ditandai pula dengan pembukaan dua fakultas baru yaitu Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian. Selain itu, dirubah pula nama Fakultas Tata Niaga menjadi Fakultas Ekonomi.

Seiring dengan perkembangan politik tahun 1965, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 287 Tahun 1965 nama Universitas Negeri Pontianak kembali dirubah menjadi Universitas Dwikora yang ditandai dengan dibukanya kembali Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Hingga akhirnya, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 171 Tahun 1969. Universitas Dwikora kembali dirubah namanya menjadi Universitas Tanjungpura hingga sekarang.

-          Profil Fakultas di Untan

1.      Fakultas Hukum (FH)
Fakultas Hukum merupakan fakultas pertama di Universitas Tanjungpura. Di fakultas ini terdapat jurusan Ilmu Hukum.
2.      Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
Sebelum dikenal dengan nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), fakultas ini telah beberapa kali mengalami perubahan nama. Fakultas ini didirikan pada tahun 1959 bersamaan dengan berdirinya Universitas Daya Nasional. Awalnya fakultas ini dikenal dengan fakultas Tata Niaga dan berubah menjadi Fakultas Ekonomi pada tahun 1963. Sedangkan saat ini, fakultas ini dikenal dengan nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program studi di FEB Untan antara lain Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Islam dan Ekonomi Pembangunan.
3.      Fakultas Pertanian (FP)
Fakultas Pertanian (FP) didirikan pada tanggal 20 Mei 1963 sekaligus menandai perubahan nama dari Universitas Daya Nasional menjadi Universitas Negeri Pontianak (UNEP). Universitas ini dipelopori oleh Ir. Soedarso Rawidjo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalbar. Program studi di FP antara lain Ilmu Teknologi Pangan, Budidaya Tanaman Perkebunan, Agroteknologi, Peternakan, Manajemen Agribisnis, Sumber Daya Perairan, Ilmu Tanah, Sosial Ekonomi Pertanian.
4.      Fakultas Teknik (FT)
Pendirian Fakultas Teknik dipelopori oleh Ir. Ketut Kontra yang saat itu menjabat sebagai Kepala PLN Kalimantan Barat. Fakultas ini ini di buka bersamaan dengan perubahan status dan nama Universitas Daya Nasional menjadi Universitas Negeri Pontianak (UNEP) bersamaan dengan dibukanya Fakultas Pertanian.

Program studi di FT antara lain Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Pertambangan, Teknik Kelautan, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Mesin dan Teknik Lingkungan.
5.      Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
Menjadi fakultas kelima di lingkungan Universitas Tanjungpura yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang didirikan pada tanggal 14 September 1965 yang didirikan oleh para alumni dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta. Program studinya antara lain Ilmu Politik, Ilmu Sosiologi, Ilmu Pemerintahan, Administrasi Perkantoran, Kearsipan, Sosiatri, Ilmu Administrasi negara, Ilmu Pemerintahan, Antropologi Sosial, Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional.
6.      Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Berawal dari berdirinya IKIP Swasta yang pendanaan nya dibiayai oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Barat, selanjutnya lahirlah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang diprakarsai oleh Gubernur Kalbar saat itu yaitu J.C. Oevang Oeray untuk mendirikan IKIP di Pontianak. Selanjutnya berubah menjadi IKIP Bandung cabang Pontianak dan berubah statusnya kembali menjadi IKIP Negeri pada 30 April 1965.

Program Studi di FKIP Untan diantaranya Pendidikan Sosiologi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Geografi.Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Ilmu Perpustakaan, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Mandarin, Pendidikan Seni dan Tari, PBSI, Bimbingan Konseling, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Penjaskesrek.
7.      Fakultas Kehutanan (FHUT).
Berdasarkan SK Menteri Pendidikan RI Nomor 238/O/2000 pada 22 Desember 2000, Fakultas Kehutanan yang pada awalnya adalah merupakan jurusan pada Fakultas Pertanian berubah menjadi fakultas sendiri. Jurusan di Fhut Untan antara lain Kehutanan.
8.      Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dibentuk berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 53/J22/OT/2002. Program studi di fakultas ini antara lain Sistem Komputer, Sistem Informasi, Matematika, Statistik , Fisika, Ilmu Kelautan, Geofisika, Kimia, dan Biologi.
9.      Fakultas Kedokteran (FK)
Menciptakan sumber daya manusia sehat, cerdas, dan berdaya guna utamanya dalam dunia kesehatan di Kalimantan Barat. Untan membuka Program Studi Kedokteran Untan pada tahun 2005. Program studi di FK yaitu Kedokteran, Perawat dan Farmasi.
Rumah Sakit Universitas Tanjungpura

- Organisasi Kemahasiswaan Universitas



Bidang Pemerintahan : Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
Bidang Kerohanian : BKMI, PKM, KMK, KBM Buddhis, Sahabat Quran
Bidang Khusus : Mapala, Gudep 04041-04042 Pramuka, Satuan 601 MENWA, KSR-PMI, Hiber, Gema Peduli Napza, Kopma, Joint International.
Bidang Penalaran : LISMA, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), UNIX
Bidang Kesenian : Seni Sarang Semut, The Blue Jacket Drum Corps, Orchestra.
Bidang Olahraga : POBU, Selam, Dayung, Terjun Payung, Bola Volly.

-
 Kontribusi Untan Membangun Negeri

Menjadi universitas terbaik di Kalimantan versi 4ICU tahun 2016 serta menduduki peringkat TOP 50 universitas terbaik nasional versi  Ranking Webometrics 2017 tidaklah membuat Untan berbangga diri. Dibuktikan dengan masih banyaknya terlahir prestasi-prestasi baru yang terlahir setiap tahunnya. Hal ini pula yang membuat Untan semakin naik kelas guna menjadi universitas yang jauh lebih baik lagi.

Selain prestasi yang dihasilkan oleh civitas akademika, berbagai kontribusi Untan dalam membangun negeri juga dapat dilihat dengan jelas dan seksama. Beberapa kontribusi tersebut misalnya Untan menjadi layanan pendidikan tinggi, menghasilkan berbagai hasil riset dalam berbagai bidang kajian, menciptakan hasil diseminasi teknologi masyarakat, sumbangan pemikiran dalam berbagai forum ilmiah, banyak bekerjasama dengan stakeholder dan masih banyak lagi. Demikianlah upaya Untan dalam membangun negeri yang sudah semestinya terus berbenah hingga terus naik kelas, oleh karena itu diperlukan upaya bersama  oleh berbagai pihak agar Untan menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Referensi :
- Dies Emas 50 Universitas Tanjungpura
-www.Untan.ac.id

Share on Google Plus

About BujangAdau

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

38 komentar :

  1. Balasan
    1. Wah terima kasih banyak, Untan Lebih menarik karena punya program studi pendidikan sejarah saat ini .

      Hapus
  2. Menarik dan menambah pengetahuan tentang untan, semua mahasiswa untan harus baca ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, semoga dapat sedikit menambah pengetahuan tentang Untan ya kakak setelah baca artikel ini:)

      Hapus
  3. Balasan
    1. Terima kasih Abang, Untan emang Universitas paling keren.

      Hapus
  4. alhamdulillah bisa dijadikan referensi untuk tugas kuliah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, senang jika artikel ini ada manfaatnya.terima kasih banyak ya kakak

      Hapus
  5. Balasan
    1. Terima kasih, Himsera juga Himpunan Mahasiswa di Untan yang sangat luar biasa. Wah senang sekali dapat pujian dari Himsera.

      Hapus
  6. Bagus nih nambah pengetahuan ttg untan. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap. Terima kasih juga udah berkunjung ya

      Hapus
  7. Artikelnya sangat informatif. Keren. Lanjutkan.

    BalasHapus
  8. UNTAN memang wajib diacungi jempol, bukan hanya melahirkan mahasiswa berprestasi, namun juga UNTAN termasuk salah satu universitas terbaik di kalimantan, marilah bersama untan membangun negeri menjadi lebih berkualitas!

    BalasHapus
  9. Memang benar kok ya, pendidikan merupakan dasar pembangunan suatu bangsa, tidak hanya Indonesia tapi juga mancanegara pun menganggap begitu. Tapi memang selain pendidikan mahasiswa/i tentunya bisa memanfaatkan waktunya untuk ikut kursus online supaya keahliannya juga dapat dimaksimalkan sehingga kelak karya yang dihasilkan dapat bermanfaat untuk Indonesia.

    BalasHapus