Jejak Tradisi Daerah 2021, Upaya Internalisasi Tradisi Sungai Kepada Generasi Muda di Kalbar


Sungai menjadi sumber peradaban di Kalimantan Barat. Dari empat belas kabupaten/kota yang ada, semuanya dilalui oleh sungai yang dimanfaatkan masyarakat guna mendukung aktivitas kehidupannya.

Begitu pula dengan yang ada di Kabupaten Sambas. Mustansyir (2015) menuliskan bahwa sungai merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Sambas, terlebih karena sungai menjadi kota yang dibelah oleh aliran sungai tersebut.

Sadar akan pentingnya internalisasi dan mengenalkan budaya kehidupan sungai di Kalimantan Barat, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kalimantan Barat menyelenggarakan Jejak Tradisi Daerah (Jetrada). Adapun tema dari kegiatan tersebut ialah 'Menyusuri Sungai, Menyusuri Kehidupan'. Diselenggarakan di Hotel Sambas Indah. Sabtu-Selasa, (6-9/11).

Dra. Hendraswati, Kepala BPNB Kalbar dalam kata sambutannya menyatakan bahwa Jetrada adalah kegiatan rutin yang selalu diselenggarakan oleh BPNB. 

Walaupun sedikit mengalami kemunduran karena tingginya penyebaran Covid-19, namun ia bersyukur akhirnya dapat diselenggarakan pada tahun 2021 ini.

"Kegiatan Jejak Tradisi Daerah memang sedikit molor dari rencana pada bulan Juli karena puncak dari pandemi, dengan sabar kita laksanakan untuk mengumpulkan anak-anak mengingat ini adalah tahun kedua. Semoga kondisinya lebih baik agar dapat dilakukan dengan leluasa,".

"Kegiatan ini adalah acara rutin yang dilaksanakan oleh BPNB Kalimantan Kalbar, pesertanya adalah siswa-siswa dari Pontianak dan Sambas," Jelasnya.

Lebih jauh, ia juga turut menjelaskan rangkaian kegiatan dari penyelenggaraan Jetrada kali ini.

"Kegiatan ini nantinya akan menyusuri sungai Sambas, sesuai dengan tema "Menyusui Sungai Menyusuri Kehidupan". Akan kita disusuri sungai dari depan Istana Sambas hingga Sendoyan," tambahnya.

Melalui kegiatan Jetrada ini, Hendraswati juga berharap dapat menjadi sarana menambah pengetahuan serta wadah kreativitas yang nantinya diimplementasikan melalui karya.

'Darisana diharapkan anak-anak muda bisa belajar bahwa sejak dulu sungai adalah sumber kehidupan. Selain itu, anak-anak juga diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan namun juga secara teknis implementasi dalam bentuk tulisan, vlog dan lain sebagainya,'.

'Harapan ilmu yang kita dapat bisa kita tulis kembali dan anak-anak bisa tahu bahwa sungai mempengaruhi kehidupan pada masa selanjutnya," imbuhnya.

Penyelenggaraan Jetrada 2021 di Kabupaten Sambas mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. H. Sabhan. Dalam kata sambutannya, ia menyatakan bahwa Sambas adalah kota budaya di Kalbar

"Semoga ini bukan yang pertama dan terakhir diselenggarakan di Sambas. Sambas adalah kota budaya di Kalbar. Hingga saat ini, Sambas sudah banyak sekali mendapatkan penghargaan kebudayaan tak benda dari pemerintah," tuturnya. (Rp)

Tidak ada komentar