Sambutan Ketua SADAP Indonesia dalam Pembukaan TEPELIMA Kalbar ke-VII

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat hadir bersama dalam pembukaan kegiatan ini dengan penuh semangat dan harapan.

Hadirin yang berbahagia,  

Temu Pemuda Lintas Iman atau Tepelima merupakan sebuah inisiatif yang diinisiasi oleh Perkumpulan Sadap Indonesia sejak tahun 2017. Upaya ini lahir dari proses panjang dari cerita para pegiat keberagaman, perjumpaan dengan para penyintas, hingga hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Kalimantan Barat memiliki sejarah konflik yang panjang, mulai dari konflik etnis hingga konflik berbasis agama yang tidak bisa begitu saja dinormalisasi. 

Dalam perjalanannya yang sudah menempuh usia 9 tahun, Tepelima bukan tanpa tantangan. Sebagai ruang yang berupaya menepis stigma dan prasangka, kami justru tidak jarang berhadapan dengan prasangka itu sendiri. Berbagai keraguan, kekhawatiran, bahkan penilaian yang keliru kerap kami terima dari banyak pihak.

Namun, kami meyakini bahwa setiap upaya baik tidak selalu berjalan mudah. Justru dari tantangan inilah, komitmen kami semakin diperkuat.

Kami juga menyadari bahwa menjaga konsistensi bukan perkara yang sederhana. Tepelima terus kami upayakan hadir setiap tahun, di tengah berbagai keterbatasan, termasuk kesulitan pendanaan dan dukungan sumber daya lain yang kami miliki. Namun demikian, semangat untuk terus merawat ruang perjumpaan ini tidak pernah surut.

Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra yang selama ini telah berkenan mendukung dan berjalan bersama kami.

Ke depan, izinkan kami juga menyampaikan harapan bahkan permohonan agar semakin banyak pihak, khususnya para stakeholder dan pemerintah, dapat mengambil peran secara lebih kolaboratif. Kiranya kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang kerja bersama, yang dilaksanakan dengan semangat gotong royong demi merawat keberagaman dan perdamaian di Kalimantan Barat.

Hadirin yang saya banggakan,  

Kami terus berupaya menciptakan ruang toleransi dan perdamaian, yang tidak hanya berbicara tentang perbedaan, tetapi juga tentang penerimaan dan pengakuan terhadap keberagaman dari berbagai latar belakang, untuk semua golongan tanpa terkecuali.

Karena sejatinya, nilai-nilai penerimaan dan penghargaan terhadap keberagaman juga telah dijamin dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan (ganti: undang-undang) di negara kita. Hal ini menjadi landasan bahwa apa yang kita perjuangkan hari ini bukan hanya soal idealism tetapi juga bagian dari tanggung jawab kebangsaan.

Melalui Temu Pemuda Lintas Iman ke VII ini, kami berharap lahir ruang-ruang dialog yang lebih jujur, relasi yang lebih kuat, serta semangat kolaborasi yang terus tumbuh di antara kita semua.

Kepada para peserta, manfaatkan momen ini untuk saling mengenal, saling memahami, dan membangun kepercayaan. Karena dari langkah-langkah kecil seperti inilah, perubahan besar dapat dimulai. Di luar forum ini nanti, para peserta menjadi perpanjangan tangan, agen-agen yang memutus stigma dan menjadi agen perdamaian.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju Kalimantan Barat yang damai, inklusif, dan saling menghargai.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera untuk kita semua.

Oleh: Rio Pratama, Ketua SADAP Indonesia - Pontianak, 9 April 2026

Tidak ada komentar