September selalu menjadi bulan yang istimewa bagi SMAN 1 Pontianak. Di bulan inilah sekolah yang menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan di Kalimantan Barat itu kembali bertambah usia. Tahun ini, SMAN 1 Pontianak genap berusia 73 tahun.
73 tahun tentu bukan waktu yang sebentar. Ada begitu banyak cerita yang telah tumbuh di tempat ini. Ribuan alumni pernah duduk di ruang kelas yang sama, belajar dari guru-guru yang berbeda generasi, bertemu dengan teman-teman yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka. Ada yang melanjutkan pendidikan, menjadi profesional, pengusaha, birokrat, akademisi, seniman, aktivis, maupun mengambil jalan pengabdian di berbagai bidang.
Setiap generasi meninggalkan ceritanya sendiri. Karena itu, ulang tahun sekolah seharusnya bukan sekadar perayaan bertambahnya usia. Ada kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana sekolah telah berjalan dan apa yang masih perlu diperbaiki.
Dalam beberapa tahun terakhir, SMAN 1 Pontianak terus berupaya berkembang mengikuti perubahan zaman. Prestasi siswa menjadi salah satu bagian yang membanggakan. Tahun 2026, misalnya, sebanyak 40 siswa diterima melalui jalur SNBP, ditambah 13 siswa melalui perguruan tinggi swasta, serta sejumlah siswa yang berhasil melanjutkan pendidikan ke kampus-kampus ternama seperti UGM, Unpad, dan UI. Pada jalur SNBT, 169 siswa juga berhasil melanjutkan perjuangan mereka menuju perguruan tinggi.
Angka-angka tersebut tentu bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sekolah. Di balik setiap angka ada proses panjang: siswa yang belajar, guru yang mendampingi, orang tua yang memberikan dukungan, serta banyak pihak yang bekerja agar anak-anak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan cita-citanya.
Prestasi juga tidak hanya hadir dari jalur akademik. Berbagai kegiatan siswa di bidang olahraga, seni, literasi, organisasi, teknologi, fotografi, videografi, hingga kegiatan kebangsaan terus berkembang. Siswa diberikan ruang untuk menemukan minat dan bakatnya masing-masing.
Sebab sekolah tidak seharusnya hanya menjadi tempat untuk mengejar nilai. Sekolah juga harus menjadi ruang untuk tumbuh.
Ruang untuk mencoba, gagal, belajar kembali, menemukan potensi, membangun pertemanan, belajar menghargai perbedaan, sekaligus belajar menjadi manusia yang bertanggung jawab.
Di usia 73 tahun, tantangan SMAN 1 Pontianak tentu semakin besar. Dunia pendidikan berubah sangat cepat. Teknologi dan kecerdasan buatan mulai menjadi bagian dari kehidupan belajar. Karakter dan kesehatan sosial-emosional siswa menjadi perhatian yang tidak kalah penting. Di sisi lain, sekolah juga harus tetap memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena perbedaan latar belakang, kemampuan, kondisi ekonomi, maupun kebutuhan khusus.
Karena itu, menjadi sekolah yang hebat bukan hanya soal seberapa banyak piala yang berhasil dibawa pulang.
Lebih dari itu, bagaimana sekolah mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang.
73 tahun menjadi pengingat bahwa SMAN 1 Pontianak bukan hanya milik mereka yang pernah belajar di dalamnya. Sekolah ini adalah bagian dari perjalanan banyak keluarga, masyarakat Pontianak, dan Kalimantan Barat.
Harapannya sederhana, tetapi tidak kecil. Semoga SMAN 1 Pontianak tetap mampu menjaga tradisi baik yang telah dibangun para pendahulu, sekaligus berani melakukan perubahan untuk menjawab kebutuhan zaman.
Semoga guru-gurunya terus bertumbuh, bukan hanya dalam kompetensi mengajar, tetapi juga dalam kesejahteraan dan kemanusiaannya.
Semoga siswa-siswanya tetap memiliki ruang untuk berprestasi tanpa kehilangan kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri.
Semoga sekolah ini terus menjadi tempat di mana perbedaan dihargai, kekerasan ditolak, toleransi dirawat, dan setiap anak merasa bahwa dirinya memiliki tempat.
Dan semoga para alumni tidak pernah benar-benar meninggalkan sekolah ini. Sebab setelah 73 tahun, hubungan antara sekolah dan alumninya bukan sekadar tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana bersama-sama membangun masa depan.
Selamat ulang tahun ke-73, SMAN 1 Pontianak.
Teruslah tumbuh. Teruslah belajar. Teruslah membuka ruang bagi anak-anak untuk bermimpi.
Sebab 73 tahun bukanlah akhir dari sebuah perjalanan.
Ini adalah awal dari perjalanan panjang berikutnya.

Tidak ada komentar